Senin, 26 Juli 2010

MODUL BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA

MODUL 1 MENDENGARKAN

PENDAHULUAN
Bidang kemahiran berbahasa Indonesia meliputi empat hal, yaitu kemahiran mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat kemahiran ini harus dikuasai oleh semua siswa. Oleh karena itu, keempat bidang ini dimasukkan dalam kurikulum yang harus dipelajari dan dilatih oleh siswa di kelas.
Dalam modul 1 ini akan dipelajari mengenai kemahiran mendengarkan yang meliputi materi :
1. Mendengarkan bidang bahasa
a. Fakta dan opini
b. Kritik dan saran
2. Mendengarkan bidang Sastra
a. Unsur instrinsik novel
b. Unsur instrinsik drama
Dalam hal ini dikemukakan materi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kemudian diberikan ringkasan materinya, dan latihan.


Kegiatan Belajar 1: MENDENGARKAN BIDANG BAHASA

A. Fakta dan Opini
Fakta adalah hal yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada, terjadi dan ada buktinya. Misalnya : ada benda, orang, waktu, tempat, peristiwa, jumlahnya, atau dapat menjawab pertayaan dengan kata Tanya apa, siapa, kapan, di mana, atau berapa.
Contoh : “Tirakatan Budaya” adalah acara yang diadakan oleh para seniman dan budayawan menjelang detik pergantian abad-20, di Kompleks Taman Budaya Jawa Tengah, Solo 12 Desember 2000.
Contoh tersebut dapat menjawab pertayaan apa, siapa, kapan, dan dimana.

Aspek Ciri-ciri
Isi Isi fakta adalah peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas lainnya.
Kebenaran Kebenaran fakta seperti adanya sesuai dengan kkonteksnya masing-masing.
Cara pengungkapan Berupa kalimat berita atau pernyataan.
manfaat Bagi pendengar atau pembaca, fakta berguna untuk melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu.

Opini, ialah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang tetang sesuatu atau dapat menjawab pertayaan bagaimana.
Contoh : “Bagus sekali isi puisi yang disampaikan W.S.Rendra pada acara “Tirakatan Budaya” itu.
Contoh tersebut menjawab pertayaan bagaimana
Aspek Ciri-ciri
isi Isi opini merupakan hasil pemahaman dan penilaian seseorang mengenai sesuatu (peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas lainnya).
Kebenaran Kebenaran opini bersifat relative bergantung pada waktu dan tempat, sudut pandang, dan bukti-bukti pendukung yang relevan.
Cara pengungkapan Berupa kalimat berita atau pernyataan.
manfaat Bagi pendengar atau pembaca, opini membantu memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita atau laporan

B. KRITIK DAN SARAN
Mengemukakan tanggapan terhadap laporan yang didengar sebenarnya sering kita lakukan. Komentar dalam kenyataanya dapat berupa kritik dan saran terhadap materi yang kita dengarkan.
Dilihat dari sikap dan tujuan memberi komentar, komentar dapat dibedakan menjadi :
1. komentar positif; didasari oleh sikap dan tujuan positif atau berbaik sangka sehingga mengarah pada kritik dan saran yang baik.
2. komentar negative, didasari oleh sikap dan tujuan negative sehingga mengarah pada kritik dan saran negatif.

RINGKASAN MATERI
Isi fakta adalah peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas lainnya. Kebenaran fakta seperti adanya sesuai dengan kkonteksnya masing-masing. Berupa kalimat berita atau pernyataan.Bagi pendengar atau pembaca, fakta berguna untuk melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu.
Isi opini merupakan hasil pemahaman dan penilaian seseorang mengenai sesuatu (peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas lainnya) Kebenaran opini bersifat relative bergantung pada waktu dan tempat, sudut pandang, dan bukti-bukti pendukung yang relevan Berupa kalimat berita atau pernyataan. Bagi pendengar atau pembaca, opini membantu memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita atau laporan
Komentar dalam kenyataanya dapat berupa kritik dan saran terhadap materi yang kita dengarkan. Dilihat dari sikap dan tujuan memberi komentar, komentar dapat dibedakan menjadi :
1. komentar positif; didasari oleh sikap dan tujuan positif atau berbaik sangka sehingga mengarah pada kritik dan saran yang baik.
2. komentar negative, didasari oleh sikap dan tujuan negative sehingga mengarah pada kritik dan saran negatif.

LATIHAN

1. Tahapan mendengarkan atau menyimak yang perlu diperhatikan sebelum memberi saran positif, adalah … kecuali …
a. Mendengar c. memahami e. menginterpretasi
b. Mengevaluasi d. mengkritik
2. Kegiatan memberi komentar, saran, dan kritik dalam kegiatan mendengar ada pada tahap …
a. Mengevaluasi c. menginterpretasi e. menyimak
b. Menanggapi d. mendengar
3. Berdasarkan survey, remaja putra yang mempunyai teman pria yang telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah mencapai 35 %. Sementara teman putrinya mencapai 24%. Saran yang tepat untuk pernyataan tersebut adalah…
a. Remaja putra dan putri banyak yang melakukan hubungan seksual di luar nikah.
b. Orang tua harus lebih memperhatkan dan membatasi pergaulan remaja.
c. Guru memberkan sanksi yang tegas kepada remaja yang melakukan hubungan seksual di luar nikah.
d. Pemerintah, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus lebih serius memperhatikan pergaulan remaja.
e. Pemerintah dan pihak sekolah dapat bekerja sama memberantas pergaulan bebas.
4. Berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang saya kemukakan, dapat dipastikan bahwa banjir yang melanda desa kita disebabkan oleh penebangan kayu secara besar-besaran oleh penduduk.
Pernyataan seperti di atas digolongkan sebagai …
a. Sanggahan c. kritik e. saran
b. Pendapat d. kesimpulan
5. Secara kuantitas, sebenarnya kegiatan kepemudaan saat ini tidak kalah dengan Sumpah pemuda dahulu. Berbagai perkumpula pemuda dari tingkat RT sampai pusat, perhimpunan mahasiswa dan komunitas-komunitas pemuda muncul dengan kegiatan mereka masing-masing. Kesemuanya itu dapat menjadi bukti bahwa dalam diri pemuda masa kini masih ada semangat bersatu meraih apa yang dicita-citakan layaknya pencetus Sumpah pemuda dulu.
Ide pokok paragraf tersebut adalah …
a. Peran Sumpah Pemuda bagi para pemuda.
b. Sumpah Pemuda dan peran pemuda sekarang
c. Sumpah Pemuda dan semangat berstu
d. Maraknya perkumpulan pemuda dari tingkat RT sampai pusat.
e. Pemuda sekarang sama dengan pencetus Sumpah pemuda.
6. Masyarakat yang terbuka, bebas, dan mempunyai jiwa merdeka merupakan masyarakat yang bertanggung jawab. Masyarakat yang demikian tidak pernah terhasut, tidak mudah marah, dan tidak mudah dibodohi. Jadi, masyarakat itu tidak rapuh. Dan pada masyarakat yang demikianlah, kita mengharapkan lahirnya kekuatan-kekuatan internal dan dinamika-dinamika baru dalam merespons tiap perubahan.
Isi pokok paragraf di atas adalah ….
a. masyarakat yang bertanggung jawab
b. masyarakat yang tidak akan rapuh
c. masyarakat yang berdinamika baru
d. masyarakat yang berkekuatan baru
e. masyarakat yang gampang terhasut
7. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Kereta api yang sesungguhnya baru lahir setelah ada yang menemukan lokomotif uap untuk digerakkan di atas rel (1). Penemunya adalah Richard Trevilchick, insinyur tambang dari Inggris (2). Makna lokomotif berasal dari kata locus (tempat) dan motive (bergerak), yang artinya kira-kira adalah sesuatu yang berjalan di atas rel tanpa ditarik oleh kuda atau sarana angkutan yang lain (3). Menurut banyak orang, alat angkutan tersebut sangat efektif sebagai sarana angkutan massal (4). Bahkan, sampai ada yang meng-klaim bahwa seyogianya alat transportasi tersebut yang lebih diperkembangkan (5).
Fakta berdasarkan teks bacaan di atas terdapat dalam kalimat ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
8. Setelah fakta dari berita radio ditemukan, selanjutnya dilakukan kegiatan ...
a. Memberi ulasan c. Memberi usul e. Bertanya
b. Memberi contoh d. Memberi saran
9. Sebelum memberi saran terhadap informasi yang didengar, dapat dilakukan kegiatan berikut, kecuali ...
a. Menyimak dengan baik d. Menafsirkan pembicaraan
b. Mencatat pokok pembicaraan e. Mengevaluasi materi pembicaraan
c. Membaca saat makalah dibacakan
10. Ketika mendengarkan informasi dari radio/ televisi, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini, kecuali ...
a. Mendengarkan dengan seksama
b. Merekam hal-hal baru
c. Mempersiapkan alat tulis untuk mencatat informasi
d. Memberikan komentar bila tidak seseuai fakta
e. Menyimak setiap pernyataan yang dituturkan penyair


KUNCI JAWABAN
1. E
2. B
3. D
4. B
5. A
6. A
7. B
8. A
9. C
10. D

Kegiatan Belajar 2: MENDENGARKAN BIDANG SASTRA

A. UNSUR-UNSUR INSTRINSIK NOVEL
Unsur pembangun novel , yaitu :
1. Unsur intrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi :
a. Tema : inti cerita.
b. Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
c. Alur atau plot : rangkaian jalannya cerita dari awal sampai akhir.
d. Setting atau latar : tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
e. Karakteristik : perwatakan tokoh-tokoh.
f. Sudut pandang pengarang/point of view : cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita. Dibedakan menjadi :
1) Sudut pandang orang pertama. Sudut pandang ini dibedakan lagi menjadi orang pertama aktif dan pasif. Sudut pandang orang pertama aktif, pengarang menempatkan diri sebagai tokoh utama (aku). Sudut pandang orang pertama aktif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku utama. Sedangkan sudut orang pertama pasif, pengarang menempatkan diri dalam cerita (aku) tetapi menceritakan tokoh lain. Sudut pandang orang pertama pasif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.
2) Sudut pandang orang ketiga, pengarang menempatkan diri di luar cerita sebagai pencerita. Biasanya pengarang langsung menyebut nama-nama tokoh.
2. Unsur ekstrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Meliputi :
a. Latar belakang kehidupan pengarang (biografi, pendidikan, pekerjaan)
b. Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan.
c. Unsur agama/religi.

B. UNSUR-UNSUR INSTRINSIK DRAMA
Drama adalah karya sastra yang naskhnya ditulis dalam bentuk dialog, dan butuh dipentakan. Unsur Instrinsik drama antara lain :
a. Tema : inti cerita.
b. Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
c. Alur atau plot : rangkaian jalannya cerita dari awal sampai akhir.
d. Karakteristik : perwatakan tokoh-tokoh.
e. Konflik, yaitu ketegangan atau maslah dalam drama.
f. Percakapan, yaitu dialog para pemain.
g. Tata letak panggung.
h. Kasting, yaitu pemilihan pemeran yang tepat.
i. Penokohan, yaitu pembagian peran menjadi antagonis, protagonis, dan tritagonis.
j. Acting, yaitu perilaku para pemain.
k. Bloking, yaitu gerakan berpinadah-pindah yang dilakukan pemain ketika berperan.

RINGKASAN MATERI
Unsur intrinsik novel adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi : Tema, amanat., Alur atau plot, Setting atau latar, Karakteristik, dan sudut pandang pengarang/point of view.
Unsur ekstrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Meliputi Latar belakang kehidupan pengarang (biografi, pendidikan, pekerjaan), Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan, dan Unsur agama/religi.
Drama adalah karya sastra yang naskhnya ditulis dalam bentuk dialog, dan butuh dipentaskan. Unsur Instrinsik drama antara lain : Tema,amanat, alur atau plot, karakteristik, konflik, percakapan, tata letak panggung, Kasting. Penokohan, Acting, dan Bloking,

LATIHAN
1. Berikut ini yang bukan merupakan aspek-aspek mendiskusikan isi teks drama adalah ...
a. Tema c. Penokohan e. Aspek budaya
b. Pesan d. Latar
2. Sulung : Begitu pendapat, Bapak? Memang Bapak ada hak penuh untuk berpendapat demikian itu.
Bapak : Nak, keyakinanmu salah. Sadarlah !
Sulung : Salah bagi Bapak, benar bagiku. Dan aku sadar benar akan itu. Dan penuh kesadaran pula aku bersedia menanggung risikonya.
(Bapak: H. Sularto)
Konflik dalam kutipan tersebut adalah ...
a. Si Bapak tidak berhasil menasihati anaknya.
b. Si anak memaksakan kehendaknya kepada Bapaknya.
c. Si bapak sangat marah pada anaknya yang pembangkang.
d. Si bapak merasa salah mendidik anak kandungnya.
e. Si anak tidak dipedulikan oleh orang tuanya.
3. Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon … Ponirah.
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana.
Ponirah : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Keduanya berjalan dengan sekali-sekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama di atas adalah …
a. Mencekam c. menyenangkan e. menggelisahkan
b. Mengerikan d. menjengkelkan
4. Fungsi unsur-unsur instrinsik teks drama adalah untuk membantu …
a. Menyimpulkan isi teks drama d. mengekspresikan tema
b. Menganalisis tema e. menyusun teks drama lain
c. Mengetahui fungsi teks drama
5. Berikut ini hal yang harus ditulis dalam menyimpulkan isi teks drama yang didengar, kecuali …
a. Isi teks drama c. latar belakang penulis e. kesimpulan umum
b. Penggunaan bahasa d. unsur-unsur instrinsik

“ Ini tidak adil! Ini tidak adil!” teriak saya pada Jumat dini hari itu. Saya tersedu-sedu di pojok diitunggui istri yang ikut berlelehan air matanya tak mengerti. Saya memukul-mukul dinding sambil terus nyerocos.
“ Mengapa justru Bibit yang dipilih! Kenapa bukan saya bangkotannya. Kenapa bukan kamu, ibunya. Kenapa bukan Joko, atau Jarot, atau Anting , atau Bening.” Istri serta merta memeluk saya sambil menangs sejadi-jadinya. sesungguhnya semesta digelar berdasarkan perikemanusiaan dan periketuhanan?
Bibit, satu-satunya harapan saya di dunia, harus saya buang. Jika dia sudah saya buang dan tidak lagi merupakan bagian dari saya, tidak ada lagi alasan bagi malaikat Izrail memburunya.

6. Konflik dalam kutipan tersebut adalah …
a. Perdebatan seseorang dengan anak-anaknya tentang kematian.
b. Hilangnya semua harapan masa Depan.
c. Keinginan yang menggebu-gebu tapi tidak tercapai.
d. kekesalan dan kekecewaan seseorang terhadap kejadian yang menimpanya.
e. Pertengkaran seseorang dengan istrinya yang sudah tua.
7. Karakter tokoh saya adalah …
a. Pemarah
b. Putus asa
c. Pemalu
d. Lemah
e. Tak bersyukur
8. Sudut pandang dalam kutipan di atas adalah …
a. Orang pertama pelalu utama
b. Orang pertama pelaku sampingan
c. Orang ketiga pelaku utama
d. Orang ketiga serba tahu
e. Orang ketiga pelaku sampingan

Ibu Sati senantiasa membersihkan diri. Setiap kotoran yang menempel di rumah ditepisnya jauh-jauh. Ia manjakan indra-indranya dengan aroma wangi lilin temaram sunyi malam. Dan semua itu dilakukannya dengan penuh bakti. Layaknya sebuah panggilan, bukan beban. Pertanyaannya terjawab. Ia tidak mungkin bosan.

9. Watak tokoh ibu Sati dalam penggalan tersebut adalah …
a. Egois
b. Angkuh
c. Teliti
d. Sombong
e. Rajin

10. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
a. Orang pertama pelaku utama
b. Orang pertama pelaku sampingan
c. Orang ketiga pelaku utama
d. Orang ketiga pelaku sampingan
e. Orang ketiga serba tahu

KUNCI JAWABAN
1. E
2. B
3. A
4. C
5. C
6. D
7. A
8. A
9. E
10. C

DAFTAR PUSTAKA
Astyarini, Yuyun. 2009. Kupas Tuntas Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Solo : Sindunata.
Erna, Diah.(ed.) 2007. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Erna, Diah.(ed.) 2008. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Mulyati, Teti,dkk. 2009. Modul Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas terbuka.
Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Ganeca Exact.
Danriris blog. ciri-ciri periode sastra.
Rina blog. Materi Bahasa Indonesia







MODUL 2 : BERBICARA

PENDAHULUAN
Bidang kemahiran berbahasa Indonesia meliputi empat hal, yaitu kemahiran mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat kemahiran ini harus dikuasai oleh semua siswa. Oleh karena itu, keempat bidang ini dimasukkan dalam kurikulum yang harus dipelajari dan dilatih oleh siswa di kelas.
Dalam modul 1 ini akan dipelajari mengenai kemahiran mendengarkan yang meliputi materi :
1. Berbicara bidang bahasa
a. Diskusi
b. proposal
c. pidato
2. Berbicara bidang Sastra
a. Membacakan puisi
b. Menjelaskan Unsur instrinsik cerpen
c. gurindam
Dalam hal ini dikemukakan materi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kemudian diberikan ringkasan materinya, dan latihan.

Kegiatan Belajar 1: BERBICARA BIDANG BAHASA

A. DISKUSI
Dalam suatu diskusi, tidak berarti suatu gagsan atau pendapat dipaksakan untuk diterima oleh orang lain. Agar gagasan diterima, harus disetai alasan yang logis dan disertai bukti-bukti dan contoh. Selain itu, harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan sopan. Kalimat yang digunakan haruslah kata-katanya runtut, pilihan katanya tepat, dan kalimatnya pendek.

B. PROPOSAL
a) Definisi Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk
suatu kegiatan yang bersifat formal.
b) Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. proposal berbentuk formal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
2. Proposal semiformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
3. Proposal nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
c) Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.
d) Ciri-Ciri Proposal
1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

C. PIDATO
Membacakan teks pidato harus memenuhi hal-hal berikut ini :
a. Menggunakan intonasi yang tepat.
b. Menggunakan tempo kalimat yang tepat.
c. Vocal harus bisa didengar oleh audiens yang terjauh.
d. Artikulasi fonem harus jelas
e. Nada harus tepat.
f. Jeda harus sesuai.

RINGKASAN MATERI
Dalam suatu diskusi, tidak berarti suatu gagsan atau pendapat dipaksakan untuk diterima oleh orang lain. Agar gagasan diterima, harus disetai alasan yang logis dan disertai bukti-bukti dan contoh. Selain itu, harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan sopan. Kalimat yang digunakan haruslah kata-katanya runtut, pilihan katanya tepat, dan kalimatnya pendek.
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk
suatu kegiatan yang bersifat formal. Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana
Membacakan teks pidato harus memenuhi nada, tempo, intonasi, artikulasi, jeda, dan vocal yang tepat dan sesuai dengan audiens serta isi pidato.
.
LATIHAN
1. Tujuan berpidato adalah….kecuali….
a. Mentransfer informasi d. mendorong perubahan
b. Mempengaruhi e. menghibur
c. Memperkenalkan diri
2. Yang perlu dilakukan dalam berpidato adalah…kecuali…
a. Ketepatan lafal d. intonasi suara
b. Variasi nada e. kontak mata
c. Tersenyum
3. Proposal memiliki pengertian berikut ini, kecuali ...
a. Usul c. Rencana e. Usulan kegiatan
b. Tawaran d. Penyajian
4. Rencana kegiatan dibuat dengan maksud ...
a. Pendanaan secara tercukupi.
b. Komunikasi berjalan dengan lancar.
c. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar sesuai dengan maksud dan tujuan.
d. Para pengurus dapat bertemu.
e. Mengetahui dana yang akan dibutuhkan.
5. Liburan semester ini sekolah kami mengadakan bakti sosial ke Nancang. Siswa-siswa akan memberikan bantuan kepada masyarakat korban banjir. Siswa-siswa dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai ...
a. Pelaksana c. Sasaran e. Tempat
b. Tujuan d. Latar belakang
6. Unsur yang terdapat pada program kegiatan setelah judul kegiatan adalah ...
a. Landasan pemikiran c. Tujuan e. Tempat pelaksanaan
b. Jenis kegiatan d. Waktu
7. Berikut ini yang tidak terdapat pada proposal yaitu ...
a. Judul proposal c. Sasaran e. Sponsor
b. Jenis kegiatan d. pendanaan
8. Teman-teman, seperti yang telah saya uraikan sebelumnya bahwa kenakalan remaja dapat diatasi dengan salah satu cara yaitu menyalurkan kelebihan energy pada kegiatan yang positif dan dinamis.
Kalimat ajakan yang tepat untuk melengkapi teks pidato tersebut adalah …
a. Marilah kita tuntut pihak sekolah untuk membuka kegiatan ekstrakurikuler sebanyak-banyaknya.
b. Diharapkan pandangan yang positif dari orang dewasa terhadap remaja.
c. Remaja dan kenakalannya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan modern ini.
d. Marilah kita bersama-sama rajin membantu orang tua agar disayang dan tidak dituding nakal.
e. Marilah kita berkrja sama mencari jalan keluar untuk kegiatan remaja yang positif dan dinamis.
9. Saudara-saudara, Menjadi orang besar perlu mental juara. Ada seorang kepala sekolah di sebuah SMA. Menjelang bulan Agustus, ia mempersiapkan siswanya ke lomba berbaris indah. Ia membayangkan siswanya selalu menari di sepanjang jalan. Untuk itu, ia memanggil seorang penari untuk melatih berbaris dan memanggil desainer untuk merancang pakaiannya. Hasilnya, barisan itu memang menjadi juara pertama. Untuk tahun berikutnya, ia takut untuk berlomba lagi. Ia takut tidak menjadi juara pertama lagi…
Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi pidato tersebut adalah …
a. Jadi, pupuklah mental juara dalam diri kita.
b. Oleh karena itu, jadilah orang yang bermental juara.
c. Jadi, berusahalah menjadi juara yang tak terkalahkan.
d. Marilah memupuk mental juara agar menjadi orang besar.
e. Contohlah orang-orang yang menjadi juara.
10. Gelombang unjuk rasa itu terjadi di mana-mana. Mereka menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.
Tanggapan positif terhadap gagasan di atas adalah…
a. Lagi-lagi unjuk rasa,kapan situasi Negara kita akan tenang
b. Itukan kesalahan pemerintah sendiri
c. Itu wajar , karena kenaikan harga BBM dinaikkan dalam situasi yang tidak tepat
d. Kalau tidak ada yang menghasut, rakyat tidak akan berunjuk rasa
e. Kita harapkan Saja unjuk rasa berlangsung terus sehingga pemerintah menyerah kepada kita.

KUNCI JAWABAN
1. C
2. C
3. D
4. C
5. A
6. A
7. E
8. E
9. A
10. C


Kegiatan Belajar 2: BERBICARA BIDANG SASTRA

A. MEMBACAKAN PUISI
Membacakan puisi adalah menampilkan hasil pemahaman atau penghayatan puisi dalam bentuk ekspresi lisan yang didukung oleh lafal, intonasi, dan mimic serta gerak anggota badan secara tepat.
Aspek-aspek yan harus diperhatikan dalam membacakan puisi adalah:
a. Lafal, yaitu pengucapan fonem harus tepat.
b. Intonasi, yaitu tinggi rendahnya suara.
c. Penghayatan, yaitu perasaan harus hanyut mengikuti isi puisi.
d. Mimic, yaitu perubahan wajah.
e. Gerak anggota badan, yaitu anggota bedan mengikuti isi puisi

B. MENJELASKAN UNSUR-UNSUR INSTRINSIK CERPEN
Unsur intrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi :
a. Tema : inti cerita.
b. Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
c. Alur atau plot : rangkaian jalannya cerita dari awal sampai akhir.
d. Setting atau latar : tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
e. Karakteristik : perwatakan tokoh-tokoh.
f. Sudut pandang pengarang/point of view : cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita. Dibedakan menjadi :
1) Sudut pandan orang pertama. Sudut pandang ini dibedakan lagi menjadi orang pertama aktif dan pasif. Sudut pandang orang pertama aktif, pengarang menempatkan diri sebagai tokoh utama (aku). Sudut pandang orang pertama aktif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku utama. Sedangkan sudut orang pertama pasif, pengarang menempatkan diri dalam cerita (aku) tetapi menceritakan tokoh lain. Sudut pandang orang pertama pasif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.
2) Sudut pandang orang ketiga, pengarang menempatkan diri di luar cerita sebagai pencerita. Biasanya pengarang langsung menyebut nama-nama tokoh.


C. GURINDAM
Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama,berasal dari Tamil (India) yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
Ciri-cirinya :
a. Anonym, yaitu tidak diketahui nama pengarangnya karena sastra lama dianggap milik masyarakat, bukan milik perorangan.
b. Klise, yaitu menggunakan bahasa Melayu lama, monoton, dan kosa katanya tidak lazim digunakan lagi.
c. Istanasentris, yaitu menceritakan kehidupan di sekitar kerajaan atau istana.


RINGKASAN MATERI
Membacakan puisi adalah menampilkan hasil pemahaman atau penghayatan puisi dalam bentuk ekspresi lisan yang didukung oleh lafal, intonasi, dan mimic serta gerak anggota badan secara tepat.

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi : Tema, Amanat., Alur atau plot, Setting atau latar, Karakteristik, dan sudut pandang pengarang/point of view.
Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama,berasal dari Tamil (India) yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Ciri-cirinya :Anonym, Klise, dan Istanasentris.

LATIHAN
1. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri gurindam adalah …
a. Anonim c. istana sentries e. semua betul
b. Masayarakat sentries d. klise
2. Rumus gurindam adalah …
a. Dua baris, rima a – b
b. Dua baris, rima a – a
c. Empat baris, rima a – a – a – a
d. Empat baris, rima a – b – a – b
e. Empat baris, rima a – b – c – d
3. Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Bentuk di atas termasuk jenis karya sastra …
a. Mantra c. syair e. gurindam
b. Pantun d. talibun
4. Perkataan tajam jika dilepas
Ibarat beringin racun dan upas
Maksud gurindam di atas adalah …
a. Perkataan yang tajam ibarat pohon beringin yang beracun.
b. Pohon beringin ibarat perkataan tajam.
c. Perkataan yang tajam sama dengan racun dan upas.
d. Racun dan upas dapat keluar bersama denga perkataan tajam.
e. Pohon beringin yang beracun dan berupas sangat berbahaya.
5. Gurindam berasal dari …
a. Malaysia c. Eropa e. Belanda
b. Riau d. India
6. Bacalah puisi berikut!
Puteri Gunung Naga
….
Udara berbau tembaga, dan di awan putih
Berkuasa ular naga
Bermata bengis
Karya:Subagio Sastro Wardoyo
Majas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah…
a. Puteri manis di daerah asing
b. Berparas jelita
c. Putri meringis dalam gerimis
d. Senyumnya mengguncang khatulistiwa
e. Putri berdiri dalam langit yang kelam
7. Sudah bersobat jalan sunyi
Tersedu lampu bermasa malam yang menangis

Lapar lagi tak terasa
Larik bermajas yang cocok untuk melengkapi puisi tersebut adalah …
a. Sedih pilu aku melaranya
b. Racun berada di gelas kaca
c. Pedang di kanan dan keris di kiri
d. Belum pernah aku begini sedihnya
e. Jika bulan sudah sendiri menepis

“Mama! Aku sudah kembali, Mama!” Tapi Maria tidak bereaksi. Hanya mendesah. “Antonio?” “Ya, aku Antoniomu! Mama tidak mengenalku?” Di hadapan Maria bersimpuh seorang pemuda tetapi Maria tidak mengenalnya. Kepalanya penuh pitak seperti hutan gundul, dengan cukuran tidak teratur. Matanya yang sebelah kiri tertutup, sedangkan yang kanan meskipun masih terbuka tapi juga terpicing-picing setengah tertutup. “Kamu bukan Antonio” Laki-laki rongsokan itu mengguncang-guncang ibunya. “Kamu bukan Antonio, Antonioku tampan seperti malaikat. Kamu bukan Antonio.”

8. Konflik dalam kutipan tersebut …
a. Kebahagiaan seorang anak bertemu ibunya.
b. Keinginan seorang ibu mencari anaknya.
c. Seorang ibu yang merelakan kepergian anaknya.
d. Perjuangan seorang anak menghadapi hidup.
e. Kekecewaan seorang anak yang tidak diakui sebagai anak oleh ibunya.

9. Peristiwa yang berupa akibat konflik yang dialami tokoh Antonio…
a. Tokoh Antonio merasa sedih bertemu ibunya.
b. Tokoh Antonio sangat putus asa dengan keadaannya.
c. Tokoh Antonio tidak dikenali ibunya.
d. Tokoh Antonio merasa bahagia bertemu ibunya.
e. Tokoh ibu merasa bahagia bertemu anaknya.

10. Penyebab konflik yang dialami tokoh Antonio adalah …
a. Perubahan watak Antonio yang aneh.
b. Kepergian anak yang tidak diharapkan ibunya.
c. Perubahan fisik yang dialami tokoh Antonio.
d. Pertikaian antara ibu dengan anaknya.
e. Perilaku ibunya yang menyakitkan.

KUNCI JAWABAN
1. A
2. B
3. C
4. C
5. A
6. D
7. E
8. A
9. C
10. E


DAFTAR PUSTAKA

Astyarini, Yuyun. 2009. Kupas Tuntas Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Solo : Sindunata.
Erna, Diah.(ed.) 2007. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Erna, Diah.(ed.) 2008. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Mulyati, Teti,dkk. 2009. Modul Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas terbuka.
Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Ganeca Exact.
Rina blog. Materi Bahasa Indonesia



















MODUL 3 : MEMBACA

PENDAHULUAN
Bidang kemahiran berbahasa Indonesia meliputi empat hal, yaitu kemahiran mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat kemahiran ini harus dikuasai oleh semua siswa. Oleh karena itu, keempat bidang ini dimasukkan dalam kurikulum yang harus dipelajari dan dilatih oleh siswa di kelas.
Dalam modul 1 ini akan dipelajari mengenai kemahiran mendengarkan yang meliputi materi :
1. Membaca bidang bahasa
a. Membaca artikel
b. Membaca teks pidato
2. Membaca bidang Sastra
a. Membaca puisi
b. Membaca cerpen
c. Karakteristik periodisasi sastra per-angkatan
Dalam hal ini dikemukakan materi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kemudian diberikan ringkasan materinya, dan latihan.

Kegiatan Belajar 1: MEMBACA BIDANG BAHASA

A. MEMBACA ARTIKEL
Artikel adalah karya tulis dalam bentuk karangan di majalah, surat kabar, dan sebagainya. Artikel bertujuan untuk mengulas atau mengemukakan pendapat tentang segala sesuatu dalam bidang kemanusiaan, politik, filsafat, kemasyarakatan, dan sebagainya. Artikel ditullis berdasarkan fakta dan opini karena selain memaparkan fakta, penulis juga mengungkapkan gagasan atau pendapatnya mengenai fakta tersebut berdasarkan pengetahuannya.
Contoh :
Dewasa ini sering kita jumpai kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, atau KDRT. Baik itu dilakukan oleh suami kepada istrinya, atau sebaliknya. Bahkan terjadi pada anak. Yang sangat mencengangkan, hal tersebut justru disebabkan oleh hal-hal sepele. Tidak sebanding dengan akibat secara fisik maupun psikologi pasca kekerasan. Bagaimanapun juga, KDRT termasuk perbuataan criminal.
Masalah yang diungkapakan dalam artikel tersebut adalah KDRT tidak sebanding antara penyebab dan akibat yang ditimbulkan.

B. MEMBACA TEKS PIDATO
Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan di depan audiens dengan tujuan tertentu.
a) Tujuan pidato
1. Persuasive, yaitu bertujuan untuk mempengaruhi audiens, agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disampaikan pembicara.
2. Informative, yaitu bertujuan memberitahukan atau mengarahkan audiens.
3. Rekreatif, yaitu bertujuan memberi hiburan atau penyegaran.
4. Instruktif, yaitu untuk memberi perintah kepada audiens. Biasanya digunakan pada apel pagi di anstansi pemerintah atau aparat keamanan.
b) Metode pidato
1. Impromptu, yaitu pidato yang dilakukan sertamerta aatau tanpa persiapan.
2. Ekstemporan , yaitu pidato yang dilakukan dengan menggunakan catatan kecil.
3. Naskah, yaitu pidato yang dilakukan dengan membaca naskah.
4. Hapalan, yaitu pidato yang dilakukan dengan mengandalkan hapalan.
c) Bagian-bagian pidato
1. Pendahuluan
Berisi salam pembuka dan sapaan kepada audiens, yang disebutkan mulai dari pejabat tertinggi yang hadir sampai dengan audiens pada umumnya.
2. Isi atau inti
Berisi pokok-pokok permasalahan yang ingin disampaikan kepada audienss,
3. Penutup
Berisi kesimpulan dari inti pembicaraan, ajakan atau imbauan, ucapan terima kasih, dan salam penutup.

RINGKASAN MATERI
Artikel adalah karya tulis dalam bentuk karangan di majalah, surat kabar, dan sebagainya. Artikel bertujuan untuk mengulas atau mengemukakan pendapat tentang segala sesuatu dalam bidang kemanusiaan, politik, filsafat, kemasyarakatan, dan sebagainya. Artikel ditullis berdasarkan fakta dan opini karena selain memaparkan fakta, penulis juga mengungkapkan gagasan atau pendapatnya mengenai fakta tersebut berdasarkan pengetahuannya.
Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan di depan audiens dengan tujuan tertentu.Tujuan pidato adalah persuasive, informative, rekreatif, dan instruktif. Metode pidato ada empat, yaitu impromptu, ekstemporan, naskah, dan menghapal. Bagian-bagian pidato adalah pendahuluan, isi, dan penutup.

LATIHAN
1. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam membaca cepat adalah, kecuali …
a. Membaca dengan cara bergumam
b. Jangan berhenti lama di awal baris
c. Jangan membaca kata demi kata
d. Jangan mengulang kata yang dibaca
e. Kritis terhadap kata kunci
2. Indonesia merupakan Negara maritim yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil dalam kawasan nusantara tercinta ini. Transportasi laut memegang peranan penting untuk angkutan penumpang dan barang. Berbagai sarana mulai dari perahu tradisional, perahu layar motor, dan kapal motor tiap kali hilir mudik melayari laut dan selat untuk menghubungkan tempat-tempat antarpulau di negeri zamrut khatulistiwa.
Isi paragraf di atas adalah …
a. Indonesia merupakan Negara maritim yang terdiri atas ribuan
b. Transportasi laut memegang peranan penting.
c. sarana angkutan terdiri dari perahu tradisional, perahu layar motor, dan kapal motor.
d. Sarana angkutan laut melayari laut dan selat
e. Angkutan laut menghubungkan tempat-tempat antarpulau di negeri zamrut khatulistiwa.
3. Membaca cepat adalah jenis membaca …
a. Intensif c. survai e. indah
b. Terinci d. argument
4. Letak kalimat utama pada paragraf deduktif adalah di …
a. Awal c. akhir e. tengah
b. Awal-akhir d. semuanya
5. Letak kalimat utama pada paragraf induktif adalah di …
a. Awal c. akhir e. tengah
b. Awal-akhir d. semuanya
6. Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan Tuhan adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia. Kreativitas merupakan insting kita yang terbawa sejak lahir. Sesungguhnya alam sekitar telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif.
Gagasan utama paragraf di atas adalah ...
a. Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas.
b. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan Tuhan adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta.
c. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia.
d. Kreativitas merupakan insting kita yang terbawa sejak lahir.
e. Sesungguhnya alam sekitar telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif.
7. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan Tuhan adalah kreativitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia. Kreativitas merupakan insting kita yang terbawa sejak lahir. Sesungguhnya alam sekitar telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif. Dengan demikian,kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas
Paragraf di atas termasuk paragraf …
a. Deduktif c. induktif e. naratif
b. Deduktif-induktif d. deskriptif
8. Kalimat utama paragraf mengandung …
a. Ide penjelas c. ide cerdas e. ide kreatif
b. Gagasan penjelas d. gagasan utama
9. Membiasakan gemar membaca terutama di kalangan masyarakat yang belum sadar akan pentingnya suatu ilmu bukanlah masalah enteng. Permasalahan ini sudah sering dijadikan topik pembicaraan dalam forum resmi terutama dalam kegiatan menumbuhkan minat baca masyarakat. Namun hasilnya cenderung merupakan teori belaka.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah …
a. Kebiasaan membaca di kalangan masyarakat
b. Masalah membaca sudah sering dijadikan topic pembicaraan
c. Belum berhasilnya menumbuhkan minat baca masyarakat
d. Masalah membaca di kalangan masyarakat
e. Pentingnya suatu ilmu dibina dari kecil
10. Saat ini mutu menjadi standar keunggulan dan daya saing dalam kehidupan. Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan manusia yang bermutu. Mutu pendidikan dalam arti mikro adalah mutu hasil pembelajaran. Pembelajaran yang bermutu merupakan indicator penting dalam keberhasilan pendidikan.
Keseimpulan paragraf tersebut adalah …
a. Mutu merupakan standar keunggulan dan daya saing
b. Mutu menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan
c. Mutu dalam arti mikro adalah mutu hasil pembelajaran
d. Mutu pendidikan ditentukan oleh mutu pembelajaran
e. Mutu pembelajaran ditentukan mutu pendidikan

KUNCI JAWABAN
1. A
2. A
3. A
4. A
5. C
6. A
7. C
8. D
9. C
10. D

Kegiatan Belajar 2 : MEMBACA BIDANG SASTRA

A. PUISI
Puisi adalah bentuk karya sastra terikat yang ditulis berdasarkan ketentuan-ketentuan.
a) unsur instrinsik puisi, yaitu unsur pembangun dari dalam, meliputi :
1. Tema, yaitu pokok pikiran atau persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair.
2. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair.
3. Diksi, yaitu pilihan kata.
4. Bunyi, yaitu asonansi (perulangan bunyi vocal) dan aliterasi (perulangan bunyi konsonan)
5. Rima atau persajakan, yaiitu persamaan bunyi akhir atau pengulangan bunyi dalam puisi.
6. Majas atau gaya bahasa, yaitu permainan bahasa penyair atau bahasa yangn digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu de ngan cara pengiasan, yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna

b) Puisi kontemporer, yaitu puisi yang dibuat dan diterbitkan pada awal 70-an hingga sekarang. Bentuknya menyimpang dari puisi pada umumnya dan cara memahami maknanya pun berbeda.
1. Ciri-cirinya :
a. tipografinya unik,
b. penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya.
c. Terjadi kemacetan bunyi, bahkan hampir tidak dapat dibaca karena kadang-kadang hanya berupa beberapa tanda baca yang disejajarkan.
d. Menggunakan idiom yang inkonvensional.
e. Memerhatikan kemerduan bunyi.
f. Banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata.
g. Kadang-kadang mencampuradukkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata tau kalimat bahasa asing atau bahasa daerah.
2. Pembagian puisi kontemporer
a. Puisi mantra, yaitu yang menggunakan bentuk mantra.
b. Puisi mbeling, yaitu yang bersifat kelakar, kritik social, dan ejekan terhadap sikap penyair yang serius dalam menghadapi puisi.
c. Puisi konkret, yaitu yang mementingkan bentuk grafis dan bentuknya mirip gambar.

B. CERPEN
Karya sastra prosa baru, diantaranya adalah cerpen dan novel. Secara umum, perbedaan antara cerpen dan novel terletak pada alur dan perubahan nasib-nasib tokohnya.
Cerpen menggunakan alur tunggal, sehungga ceritanya dapat habis dibaca sekali duduk, dan hampir tidak terjadi perubahan nasib tokohnya. Sedangkan novel menggunakan alur ganda, sehingga ceritanya panjang dan tidak habis dibaca sekali duduk. Sering terjadi perubahan nasib tokohnya.
Meskipun terdapat perbedaan antara keduanya, unsur pembangun cerpen dan novel sama, yaitu :
1. Unsur intrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi :
a. Tema : inti cerita.
b. Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
c. Alur atau plot : rangkaian jalannya cerita dari awal sampai akhir.
d. Setting atau latar : tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
e. Karakteristik : perwatakan tokoh-tokoh.
f. Sudut pandang pengarang/point of view : cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita.
Dibedakan menjadi :
3) Sudut pandan orang pertama. Sudut pandang ini dibedakan lagi menjadi orang pertama aktif dan pasif. Sudut pandang orang pertama aktif, pengarang menempatkan diri sebagai tokoh utama (aku). Sudut pandang orang pertama aktif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku utama. Sedangkan sudut orang pertama pasif, pengarang menempatkan diri dalam cerita (aku) tetapi menceritakan tokoh lain. Sudut pandang orang pertama pasif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.
4) Sudut pandang orang ketiga, pengarang menempatkan diri di luar cerita sebagai pencerita. Biasanya pengarang langsung menyebut nama-nama tokoh.
2. Unsur ekstrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Meliputi :
a. Latar belakang kehidupan pengarang (biografi, pendidikan, pekerjaan)
b. Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan.
c. Unsur agama/religi.
C. KARAKTERISTIK ANGKATAN DALAM PERIODISASI SASTRA
1. Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka
Berbicara tentang pertentangan adat dan kawin paksa, dominasi orang tua dalam perkawinan. Gaya penceritaan terpengaruh oleh sastra Melayu yang mendayu-dayu, masih menggunakan bahasa klise seperti peribahasa dan pepatah-petitih. Karya-karya yang diterbitkan Balai Pustaka diharuskan memenuhi Nota Rinkes yang berbunyi: didaktis, serta netral agama dan politik.
2. Ciri-ciri Angkatan Pujangga Baru
Menampilkan nasionalisme Indonesia,. memasuki kehidupan modern, menampakkan kebangkitan kaum muda. Banyak terpengaruh oleh Angkatan 1880 di Negeri Belanda, sehingga puisi-puisinya banyak yang berbentuk soneta. Pada masa ini terjadi polemik yang seru antartokoh-tokohnya. Sutan Takdir Alisyahbana berorientasi ke barat yang intelektualistik, individualistuik dan materialistik, punya idealisme tinggi akan kemajuan iptek/sains dan dunia. Sanusi Pane berorientasi ke timur (India, Timur Tengah, Cina) yang spiritualistik, mementingkan olah ruhani. Kemudian Armijn Pane, Amir Hamzah, Kihajar Dewantara, yang lebih menginginkan adanya sintesis barat yang sifistikated dan timur yang sufistik.

3. Ciri-ciri Sastra Masa Masa Jepang dan Angkatan 45
Bicara tentang kegetiran nasib di tengah penjajahan Jepang yang sangat menindas, menampilkan cita-cita merdeka dan perjuangan revolusi fisik. Pada masa Jepang untuk berkelit dari sensor penguasa, berkembang sastra simbolik. Muncul ungkapan-ungkapan yang singkat-padat-bernas (gaya Chairil Anwar dalam puisi) dan kesederhanaan baru dengan kalimat pendek-pendek nan lugas (gaya Idrus dalam prosa fiksi/sketsa).
4. Sastra dekade 50-an
Memantulkan kehidupan masyarakat yang masih harus terus berjuang dan berbenah di awal-awal masa kemerdekaan. Disebut juga Generasi Kisah (nama majalah sastra). Di masa ini sastra Indonesia sedang mengalami booming cerpen. Juga marak karya-karya teater dengan tokohnya Motenggo Boesye, Muhammad Ali Maricar, W.S. Rendra (sekarang Rendra saja).Mulai tumbuh sarasehan-sarasehan sastra terutama di kampus-kampus.
5. Sastra Angkatan ‘66
Menegakkan keadilan dan kebenaran bnerdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran, bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dasn PKI. Sastra Angkatan ’66 berobsesi menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” dan “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan yamng sempat berseteru dengan LEKRA.
6. Dekade 70-an – 80-an
Penuh semangat eksperimentasi dalam berekspresi, merekam kehidupan masyarakat yang penuh keberagaman pemikiran dan penghayatan modernitas. Muncul para pembaharu sastra Indonesia dengan karuya-karyanya yang unik dan segar seperti Sutarji Calzoum Bachri dan Yudhistira Ardi Noegraha dalamm puisi, Iwan Simatupang dan Danarto dal;am prosa fiksi, Arifin C. Noer dan Putu Wijaya dalam teater.
7. Sastra Mutakhir (Dekade 90-an dan Angkatan 2000)
Memasuki era Reformasi yang sangat anti KKN dan praktik-praktik otoriter, penuh kebebasan ekspresi dan pemikiran, mengandung renungan religiusitas dan nuansa-nuansa sufistik. Menampilkan euforia menyuarakan hati nurani dan akal sehat untuk pencerahan kehidupan multidimensional. Taufiq Ismail yang pernah terkenal sebagai tokoh sastra Angkatan ’66 ikut mengawal Reformasi dengan bukunya antologi puisi “Malu Aku Jadi Orang Indonesia” (MAJOI). Di samping menampilkan sanjak-sanjak peduli bangsa (istilah yang diusung rubrik budaya Republika) dan karya-karya reformasi yang anti penindasan, gandrung keadilan, berbahasa kebenaran (sesuai Sumpah Rakyat 1998), muncul pula fenomena kesetaraan gender yang mengarah ke woman libs sebagaimana tercermin dalam karya-karya Ayu Utami dari Komunitas Sastra/Teater Utan Kayu, Jenar Mahesa Ayu, Dewi Lestari. Pada era yang bersamaan berkibar bendera Forum Lingkar Pena (FLP) dengan tokohnya HTR (Helvy Tiana Rosa) yang berobsesi mengusung Sastra Pencerahan, Menulis Bisa Bikin Kaya (kaya ruhani, kaya pikiran,, kaya wawasan, dan semacamnya).
RINGKASAN MATERI

Puisi adalah bentuk karya sastra terikat yang ditulis berdasarkan ketentuan-ketentuan. unsur instrinsik puisi, yaitu unsur pembangun dari dalam, meliputi :Tema, diksi, bunyi, amanat, rima, dan majas. Puisi kontemporer, yaitu puisi yang dibuat dan diterbitkan pada awal 70-an hingga sekarang. Bentuknya menyimpang dari puisi pada umumnya dan cara memahami maknanya pun berbeda. Jenisnya yaitu puisi mantra, mbeling, dan puisi konkret.
Cerpen menggunakan alur tunggal, sehungga ceritanya dapat habis dibaca sekali duduk, dan hampir tidak terjadi perubahan nasib tokohnya. Unsurnya ada dua, yaitu instrinsik ( tema, amanat, alur, latar, karakteristik, sudut pandang) dan ekstrinsik (Latar belakang kehidupan pengarang[biografi, pendidikan, pekerjaan], Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan dan Unsur agama/religi).


LATIHAN

1. Puisi kontemporer memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kecuali …
a. Tipografi puisi unik
b. Terikat pada rima, irama, bait
c. Menggunakan idiom-idiom inkonvensional
d. Memerhatikan kemerduan bunyi
e. Terjadi kemacetan bunyi
2. Puisi kontemporer terbagi atas puisi …
a. Mantra, mbeling, konkret
b. Mantra, abstrak, pantun
c. Syair, konkret, mbeling
d. Seloka, mbeling, konkret
e. Mantra, pantun, syair
3. BATU
Batu mawar
Batu langit
Batu duka
Batu rindu
Batu jarum
Batu bisu
Kaukah itu
Teka
Teki
Yang
Tak menepati janji?
Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan
Hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati …
(Sutardji Calzoum Bahri)
Makna kata batu dalam puisi tersebut menggambarkan …
a. Ketegaran c. kebebasan e. keikhlasan
b. Kesombongan d. kecemasan

WAYANG
Telah berkali-kali kulihat
Bergam wayang seluruh tanah air
Semua di kotak tergeletak
Jika tak dimainkan dalang di kelir
Kita pun wayang berpijak di bumi
Dari kotak gaib beranjak ke layar
Sekali waktu kembali ke kotak gaib
Menurut sang dalang mahabesar
( Biarkan Agin Itu: Piek Ardianto Soeprijadi)
4. Kata wayang dalam puisi di atas berarti …
a. Manusia c. Tuhan e. penonton
b. Dalang d. boneka
5. Maksud puisi tersebut adalah …
a. Manusia dapat berkehendak tapi Tuhanlah yang menentukan.
b. Dalang menentukan semua nasib tokoh yang dimainkan.
c. Tuhanlah pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan manusia.
d. Manusia hanya bisa menunggu perintah dan takdir Tuhan.
e. Hidup dan mati manusia ada di tangan Tuhan yang memegang kehidupan.
6. Menurut Nugroho Notosusanto, di bawah ini yang merupakan bagian periodisasi kesustraan Indonesia adalah ...
a. Kesusatraan masa mutahir d. Kesusatraan masa Abdullah
b. Periode awal abad Xxfi 1933 e. Periode 1945fi1953
c. Periode 1942fi1945
7. Menurut HB Jassin, periodisasi sastra terdiri dari, kecuali ...
a. Angkatan 20 c. Angkatan 33 e. Angkatan 45
b. Angkatan 66 d. Angkatan 2000
8. Aliran yang berdasarkan pada impresi atau kesan sepintas suatu objek yang diamati oleh pengarang disebut ...
a. Aliran realisme c. Aliran impresionisme e. Aliran ekspresionisme
b. Aliran surealisme d. Aliran idealisme
9. Di bawah ini yang merupakan sifat-sifat kesustraan Angkatan Pujangga Baru ialah ...
a. Menggunakan bahasa Melayu modern d. Ikhwal
b. Agak dinamis e. Agama
c. Bercorak pasif-romantik
10. Di bawah ini yang merupakan ciri kesustraan Indonesia modern ialah ...
a. Istana sentris d. khayal
b. Lebih dinamis e. Agama
c. legenda

KUNCI JAWABAN
1. A
2. A
3. A
4. A
5. B
6. D
7. D
8. C
9. C
10. B

DAFTAR PUSTAKA
Astyarini, Yuyun. 2009. Kupas Tuntas Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Solo : Sindunata.
Erna, Diah.(ed.) 2007. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Erna, Diah.(ed.) 2008. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Mulyati, Teti,dkk. 2009. Modul Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas terbuka.
Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Ganeca Exact.
Danriris blog. ciri-ciri periode sastra.
Rina blog. Materi Bahasa Indonesia.







































MODUL 4 : MENULIS

PENDAHULUAN
Bidang kemahiran berbahasa Indonesia meliputi empat hal, yaitu kemahiran mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat kemahiran ini harus dikuasai oleh semua siswa. Oleh karena itu, keempat bidang ini dimasukkan dalam kurikulum yang harus dipelajari dan dilatih oleh siswa di kelas.
Dalam modul 1 ini akan dipelajari mengenai kemahiran mendengarkan yang meliputi materi :
1. Menulis bidang bahasa
a. Surat resmi
b. Menulis laporan
c. Menulis resensi
d. Menulis paragraf
e. Menulis esai
2. Menulis bidang Sastra
a. Menulis resensi kumpulan cerpen
b. Menulis cerpen
c. Menulis kritik dan esai
Dalam hal ini dikemukakan materi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kemudian diberikan ringkasan materinya, dan latihan.

Kegiatan Belajar 1: MENULIS DI BIDANG BAHASA

A. SURAT RESMI
Surat resmi adalah surat yang memiliki kekuatan hukum atau kekuatan yang mengikat secara moral, baik itu dikelluarkan dari instansi atau lembaga untuk perorangan, atau sebaliknya. Macam-macam surat resmi di antaranya adalah undangan, memo, surat kuasa, dan surat lamaran pekerjaan.
1) Surat lamaran pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang berisi permohonan kerja seseorang kepada pmpinan instansi. Surat lamaran pekerjaan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri.
b. Surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan.
Yang membedakan antara keduanya terletak pada kalimat pembuka. Contoh kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri:
a. Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, saya berkeinginan untuk menerapkan disiplin ilmu yang sudah saya peroleh di perusahaan Bapak/ Ibu pimpin.
b. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya ….
Contoh kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan:
a. Sehubungan dengan iklan yang di muat di harian Fajar Banten, 2 Februari 2010,..
b. Berdasarkan iklan yang di muat di harian Fajar Banten, 2 Februari 2010,yang menyebutkan bahwa PT ABC membutuhkan karyawan baru …
Struktur surat lamaran pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan, lampiran, perihal surat, alamat surat, salam pembuka, isi surat (identitas pelamar, maksud melamar, beserta lampiran), penutup, tanda tangan, dan nama terang pelamar.

2) Surat dinas
Surat dinas adalah surat yang isinya ditujukan untuk kepentingan kedinasan, baik dinas di kalangan pemerintahan maupun di kalangan swasta. Urusan tersebut meliputi pemberian tugas, penyampaian pengumuman, permohonan izin,atau perintah kerja.
a. Bagian-bagian surat dinas : kepala surat, nomor surat, tanggal surat, lampiran, hal atau perihal, alamat surat, salam pembuka, isi, pengirim surat.
b. Isi surat dinas : pembuka (pengantar isi surat), isi (maksud penulisan surat), dan penutup (simpulan, harapan, ucapan terima kasih, ucapan selamat).
c. Bahasa surat dinas : kalimat-kalimatnya tidak terlalu panjang dan berbelit-belit, memilih kata yang sopan dan jelas maksudnya, tanda baca harus tepat.
d. Format surat dinas : bentuk lurus penuh, bentuk lurus, bentuk setengah lurus, bentuk resmi Indonesia lama,bentuk resmi Indonesia baru, bentuk lekuk, dan menggantung.
Pemilihan format tersebut didasarkan pada jenis surat, efektivitas dan efesiensi pembuatan, dan estetika.


B. MENULIS LAPORAN
Laporan adalah catatan terstruktur yang dibuat setelah melaksanakan kegiatan. Hal-hal yang harus ada dalam sebuah laporan adalah 5W + 1H yaitu :
1. What : tentang apa yang dilaporkan
2. When : kapan terjadinya atau waktu pelaksanaan
3. Where : dimana tempat pelaksanaannya
4. Who : siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya
5. Why : mengapa kejadian tersebut dilaksanakan
6. How : bagaimana proses pelaksanaannya.
Laporan yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Ditulis dalam bahasa yang abik dan jelas
2. Isinya disusun dan dikembangkan secara logis
3. Fakta-fakta atau data ynag disajikan secara benar
4. Disajikan secara menarik sehingga menimbulkan daya tarik bagi pembicaranya.
Laporan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu laporan buku, laporan diskusi, laporan perjalanan, laporan peristiwa, dan laporan penelitian.

a. Laporan Buku
Laporan buku adalah karya ilmiah yang mendemonstrasikan pemahaman, kemampuan analisis dan evaluative penulis terhadap isi suatu buku. Dalam laporan itu penulis hendaknyamerumuskan isi pokok pemikiran pengarang dari buku yang bersangkutan beserta komentar-komentarnya. Rumusan isi pokok itu meliputi permasalahan yang diajukan, konsep dan teori yang dikembangkan dalam buku tersebut, serta kekhasan pengarang.
Dalam media massa seperti Koran dan majalah, laporan buku lebih sering disebut resensi atau tinjauan buku. Resensi ini merupakan suatu bentuk tulisan yang berisis tinjauan terhadap kualitas suatu buku, yakni meliputi :
a. Kualitas isi
b. Penggunaan bahasa
c. Format dan struktur pengajian
d. Manfaat buku tersebut bagi pembaca
Bila buku merupakan novel, maka objek penilaiannya itu adalah hal-hal yang berkenaan dengan tema, setting, alur, penokohan, unsure-unsur ekstrinsik ataupun unsure lainnya.

b. Laporan Diskusi
Yang dilaporkan dalam laporan diskusi adalah kesimpulan diskusi, kejadian-kejadian penting, serta lampiran-lampiran yang berhubungan langsung dengan kegiatan diskusi yang telah dilakukan.
Contoh :
a) Judul
b) Pendahuluan
1. Latar belakang diskusi
2. Tujuan
3. Tema atau masalahWaktu dan tempat
c) Pelaksanaan diskusi
1. Pembicara
2. Sekretaris
3. Moderator
4. Peserta
d) Hasil diskusi
1. Pokok-pokok materi sajian diskusi, sebagai pokok-pokok isi masalah yang disajikan oleh pemakalah atau pembanding jika doskuis berbentuk seminar, symposium; pokok-pokok pikiran panelis dan tanggapan peserta bila diskusi yang diselenggarakan berupa diskusi panel; pokok-pokok pikiran peserta ramu pendapat bila diskusi yang dilaksanakan berupa brainstorming.
2. Pertanyaan serta tanggapan yang disampaikan oleh peserta diskusi.
e) Kesimpulan
1. Simpulan hasil diskusi yang diolah dari pokok-pokok pikiran dalam makalah, baik yang disajikan oleh pemakalah atau pembanding, tanggapan peserta diskusi jika diskusi berbentuk seminar, symposium atau lokakarya; pokok-pokok pikiran panelis dan tanggapan dari peserta bila diskusi yang diselenggarakan berupa diskusi panel; pokok-pokok pikiran peserta ramu wicara bila diskusi yang dilaksanakan berupa brainstorming.
2. Masalah-masalah yang tersisa yang belum dibahs secara tuntas (bila ada).
3. Saran-saran tindak lanjut berdasarkan hasil diskusi.
f) Lampiran-lampiran
Bagian lampiran berisi hal yang dilampirkan untuk mendukung isi laporan. Lampiran dapat berisi hal berikut :
1. Makalah
2. Notulen
3. Acara
4. Daftar hadir peserta

C. MENULIS RESENSI
Resensi adalah mencari kelemahan dan kelebihan sebuah buku, baik buku sastra maupun nonsastra, untuk diinformasikan kepada pembaca. Hal-hal yang perlu ditulis dalam resensi antara lain :
1. Judul resensi
2. Identitas buku. Meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun diterbitkan, jenis buku, tebal buku, jumlah halaman, ilustrasi sampul depan dan belakang, serta synopsis atau ringkasan isi buku.
3. Isi resensi. Mengulas tentang kepengarangan (latar belakang pengarang, dan latar belakang buku yang diresensi). Kemudian mengemukakan kelemahan dan kelebihan buku tersebut. Apabila yang diresensi sebuah karya sastra, maka dalam bagian ini disertakan analisis unsur pembangun karya sastra tersebut.
4. Penutup, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi nilai buku yang diresensi, misalnya sangat baik, atau kurang baik. Dari kesimpulan nilai buku tersebut, ditulis saran untuk pembaca. Misalnya perlu dibaca atau tidak buku itu untuk dibaca.

D. MENULIS PARAGRAF
Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan; terkadang dimasukkan tanpa memulai baris baru.
Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Dalam fiksi prosa, contohnya; tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Ketika dialog dikutip dalam fiksi, paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti.

a) Syarat pembentukan paragraf yang baik :
1. Prinsip kesatuan (unity) : maksudnya setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok.
2. Prinsip kepaduan/koherensi : setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu sama lain.
3. Kelengkapan : Dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik. Dikatakan tidak lengkap, jika tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.

b) Macam paragraf
Berdasarkan tujuannya
1) Paragraf pembuka : Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas meniapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
2) Paragraf penghubung : Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.
3) Paragraf penutup : Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.

Berdasarkan letak kalimat utama, paragraf dibedakan menjadi :
1) Paragraf deduktif
a. letak kalimat utama di awal paragraf
b. dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
2) Paragraf induktif
a. letak kalimat utama di akhir paragraf.
b.. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
3) Paragraf campuran
a. letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf
b. kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

Berdasarkan isinya, paragraf dibedakan menjadi :
1. Paragraf argumentasi, yaitu paragraf yang berisi argument atau pendapat, disertai alasan dan bukti dan diakhirii oleh kesimpulan.
Contoh :
Bonggol pisang sangat bermanfaat di bidang pertanian. Meski hanya berupa limbah, di dalam bonggol pisang terkandung unsure kalsium 49%. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menetralkan tanah yang tingkat keasamannya tinggi karena terlalu banyak menyerap herbisida. Cacahan bongggol pisang yang ditebarkan di tanah bajakan akan manjdai pupuk hara, sehingga dapat memperbaiki sifat biologis tanah.

2. Paragraf deskriptif, yaitu paragraf yang berisi gambaran fisik suatu benda, manusia, ruang, ataupun objek alam. kalimat utama tak tercantum secara nyata tema pargraf tersirat dalam keseluruhan paragraf biasa dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.
Contoh :
Gaun pengantin muslim karya perancang kondang itu sangat elegan. Menggunakan bahan silk dan sutera, dengan perpaduan warna merah jambu dan violet. Di bagian bahu kanan terdapat bunga dan pita besar yang dibiarkan menjuntai sampai ke pinggang. Bagian bawah melingkar dari depan sampai belakang, terdapat renda-renda kecil berbentuk kupu-kupu.

3. Paragraf eksposisi, yaitu paragraf yang berisi uraian, paparan atau penjelasan tentang sesuatu, untuk menambah pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi selain berisi uraian proses, biasanya juga berisi tentang perbandingan, memaparkan urutan suatu kejadian/proses, meliputi waktu, ruang, klimaks, antiklimaks.
Contoh :
Penggunaan bahan bakar gas untuk keperluan rumah tangga ternyata lebih hemat dibandingkan penggunaan minyak tanah.ctabung gas berisi 3kg seharga Rp. 14. 000,00. Apabila hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga, rata-rata dapat bertahan hingga empat belas hari. Sedangkan minyak tanah 3L dengan harga per liternya Rp. 6.000,00 rata-rata hanya bertahan tujuh hari. Tidak mengherankan apabila masyarakat sekarng lebih memilih penggunaan bahan bakar gas daripada minyak tanah.

4. Paragraf narasi, yaitu paragraf yang berisi cerita. Untuk membedakannya dengan paragraf deskripsi, dalam narasi, tokoh-tokoh cerita berperan.
Contoh :
Di tengah sebuah desa terdapat telaga kecil yang jernih airnya. Pagi ini terlihat lima anak kecil bertelanjang dada sedang duduk di tepi telaga tersebut. Tiba-tiba salahsatu dari mereka berteriak, “Awas, ada ular!”. Mendengar teriakan temannya, serentak mereka berempat berlarian.

5. Paragraf persuasi, yaitu paragraf yang berisi penjelasan tentang sesuatu, dengan tujuan meyakinkan dan mempengaruhi emosi pembaca, sehingga pembaca mau melakukan apa yang disarankan penulis.
Contoh :
Membaca adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengan membaca, seseorang dapat mengetahui apa saja yang diketahui. Selain itu membaca merupakan kegiatan yang murah, dan dapat dilakukan dimana saja sambil mengisi waktu luang. Mengingat manfaat membaca sangat besar, marilah mulai mebudayakan gemar membaca diawali dari diri sendiri.

Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan 2 pola, yaitu :
1. Pola alamiah : pola urutan yang sesuai dengan keadaan di alam. Pola ini meliputi pola:
a. Urutan waktu/kronologis
b. Urutan ruang/ special
2. Pola logis : pola pengembangan didasarkan atas jalan pikiran. Pola ini meliputi pola :
a. Pengambangan contoh
b. Klasifikasi
c. Familiaritas
d. Akseptabilitas
e. Umum-khusus
f. Sebab akibat
g. Klimaks-antiklimaksherensi antar kalimat.

E. MENULIS ESAI
Esai membahas masalah sesuai dengan pendapat penulis. Jadi, satu masalah dapat ditulis menjadi esai yang berbeda. Perbedaan itu sesuai dengan pendapat penulis.
Esai berusaha meyakinkan pembaca untuk menerima pendapat penulis. Esai membahas masalah yang penting sampai masalah biasa. Misalnya : novel yang baru terbit atau tangis bayi yang baru lahir.
Esai dapat ditulis dengan panjang yang berbeda-beda, tidak ada yang menentukan panjang sebuah esai. Esai cenderung sederhana, padat dan focus pada maslah. Kalimat-kalimat yang digunakannya sangat pribadi. Penulisan kalimat bergantung pada khas penulis.

RINGKASAN
Surat resmi adalah surat yang memiliki kekuatan hukum atau kekuatan yang mengikat secara moral, baik itu dikelluarkan dari instansi atau lembaga untuk perorangan, atau sebaliknya. Macam-macam surat resmi di antaranya adalah undangan, memo, surat kuasa, dan surat lamaran pekerjaan.
Laporan adalah catatan terstruktur yang dibuat setelah melaksanakan kegiatan. Hal-hal yang harus ada dalam sebuah laporan adalah 5W + 1H. Laporan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu laporan buku, laporan diskusi, laporan perjalanan, laporan peristiwa, dan laporan penelitian.
Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan; terkadang dimasukkan tanpa memulai baris baru.
Syarat paragraf, yaitu kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Jenis paragraf terbagi dalam
a. Berdasarkan tujuannya, yaitu paragraf pembuka, penghubung, dan penutup.
b. Berdasarkan letak kalimat utamanya, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran.
c. Berdarkan isinya, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Esai membahas masalah sesuai dengan pendapat penulis. Jadi, satu masalah dapat ditulis menjadi esai yang berbeda. Perbedaan itu sesuai dengan pendapat penulis.
Esai berusaha meyakinkan pembaca untuk menerima pendapat penulis. Esai membahas masalah yang penting sampai masalah biasa. Misalnya : novel yang baru terbit atau tangis bayi yang baru lahir.
Esai dapat ditulis dengan panjang yang berbeda-beda, tidak ada yang menentukan panjang sebuah esai. Esai cenderung sederhana, padat dan focus pada maslah. Kalimat-kalimat yang digunakannya sangat pribadi. Penulisan kalimat bergantung pada khas penulis.

LATIHAN

1. Membiasakan gemar membaca terutama di kalangan masyarakat yang belum sadar akan pentingnya suatu ilmu bukanlah masalah enteng. Permasalahan ini sudah sering dijadikan topic pembicaraan dalam forum resmi terutama dalam kegiatan menumbuhkan minat baca masyarakat. Namun hasilnya cenderung merupakan teori belaka.
Gagasan pokok paragraph di atas adalah …
a. Kebiasaan membaca di kalangan masyarakat
b. Masalah membaca sudah sering dijadikan topic pembicaraan
c. Belum berhasilnya menumbuhkan minat baca masyarakat
d. Masalah membaca di kalangan masyarakat
e. Pentingnya suatu ilmu dibina dari kecil
2. Saat ini menjadi standar keunggulan dan daya saing dalam kehidupan. Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan manusia yang bermutu. Mutu pendidikan dalam arti mikro adalah mutu hasil pembelajaran. Pembelajaran yang bermutu merupakan indicator penting dalam keberhasilan pendidikan.
Keseimpulan paragraf tersebut adalah …
a. Mutu merupakan standar keunggulan dan daya saing
b. Mutu menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan
c. Mutu dalam arti mikro adalah mutu hasil pembelajaran
d. Mutu pendidikan ditentukan oleh mutu pembelajaran
e. Mutu pembelajaran ditentukan mutu pendidikan
3. Sebenarnya sopan santun itu harus keluar dari hati sanubari dengan tulus dan ikhlas. Semua etika atau tata cara sopan santun dikerjakan dengan rasa hormat, saying terhadap sesame manusia, dan diiringi dengan menghilangkan sikap egois. Sopan santun jangan dipaksakan pada orang lain. Bila sopan santun dilaksanakan dengan baik, Anda akan sukses dalam pergaulan.
Rangkuman paragraf tersebut ialah …
a. Miliki sopan santun dengan tulus ikhlas.
b. Jangan memaksakan sopan santun pada orang lain.
c. Sopan santun membawa kesuksesan dalam pergaulan.
d. Menghilangkan sikap egois pada diri sendiri sangat mudah.
e. Sikap egois tidak perlu ditonjolkan dalam pergaulan.
4. Kelas kami, kelas XII IPA terkenal dengan gudangnya pemain basket. Kelas kami disegani dalam percaturan basket. Dalam hasil pertandingan kemarin, kelas kami menjadi juara.
Ulasan yang tepat adalah …
a. Kelas itu sebanrnya belum waktunya menang.
b. Sudah sepantasnya kelas XII IPA menjadi juara.
c. Wah, itu keliahatannya tidak masuk akal.
d. Memang kadang-kadang, kita mudah terpengaruh.
e. Kelas itu beruntung karena menjadi juara.
5. Untuk menemukan ide pokok paragraph, kita harus mencari …
a. Kalimat penjelas c. kalimat Tanya e. kalimat efektif
b. Kalimat utama d. semua salah
6. Perhatikan kutipan penutup surat undangan berikut!
....
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Perbaikan kalimat penutup surat undangan di atas adalah …
a. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
b. Atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih.
c. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.
d. Atas perhatian, saya ucapkan terima kasih banyak.
e. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih banyak.


7. Perhatikan iklan lowongan pekerjaan berikut!

Sebuah PMA Jepang membutuhkan 3 orang insinyur mesin/teknik/fisika lebih disukai berpengalaman di QS/Produksi/Dies, bisa bahasa Inggris/Jepang/Cina, komputer, usia 25 – 30 tahun.
Kirimkan lamaran ke PO BOX 254 BKS 17025 paling lambat 10 hari setelah iklan ini dimuat.
Republika, 9 Oktober 2001
Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan di atas adalah …
a. Saya seorang insinyur mesin yang berpengalaman, untuk itu saya mengajukan lamaran kerja di perusahaan Bapak.
b. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Vida, 28 tahun, sarjana teknik, dan berpengalaman mengajukan lamaran.
c. Saya membaca iklan di harian Republika, 9 Oktober 2001 yang menyatakan bahwa perusahaan Bapak membutuhkan pegawai.
d. Berdasarkan iklan di Republika, 9 Oktober 2001, maka saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai ahli mesin.
e. Dengan ini saya mengajukan permohonan lamaran pekerjaan karena saya sangat berpengalaman di bidang permesinan.
8. Perhatikan ilustrasi kegiatan OSIS berikut!
Seorang Kepala Sekolah akan menugasi Ketua OSIS mempersiapkan ruangan untuk acara ceramah ilmiah 27 Maret 2006.
Kalimat memo yang tepat dan sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
a. Ketua OSIS, segeralah dipersiapkan ruangan ceramah ilmiah 27 Maret 2006
b. Anda diharapkan agar sesegeranya mempersiapkan ruangan untuk ceramah ilmiah
c. Siapkan segera ruangan ceramah ilmiah pada tanggal 27 Maret 2006
d. Segera persiapkan ruangan untuk ceramah ilmiah 27 Maret 2006
e. Persiapkan ruangan untuk acara ceramah ilmiah 27 Maret 2006
9. Esai biasanya terdiri dari ...
a. Paragraf pembuka dan penutup
b. Paragraf deduktif dan induktif
c. Paragraf pembuka dan isi
d. Paragraf pendahuluan dan penutup
e. Paragraf pembuka, isi, dan pnutup
10. Paragraf pembuka pada esai biasanya berisi ...
a. Isi esai c. Informasi awal e. Cerita singkat
b. Salam hormat d. Kata pengantar


KUNCI JAWABAN
1. C
2. D
3. A
4. B
5. B
6. C
7. D
8. E
9. E
10. C

Kegiatan Belajar 2: MENULIS DI BIDANG SASTRA

A. MENULIS RESENSI KUMPULAN CERPEN
Resensi adalah mencari kelemahan dan kelebihan sebuah buku, baik buku sastra maupun nonsastra, untuk diinformasikan kepada pembaca. Hal-hal yang perlu ditulis dalam resensi antara lain :
1. Judul resensi
2. Identitas buku. Meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun diterbitkan, jenis buku, tebal buku, jumlah halaman, ilustrasi sampul depan dan belakang, serta synopsis atau ringkasan isi buku.
3. Isi resensi. Mengulas tentang kepengarangan (latar belakang pengarang, dan latar belakang buku yang diresensi). Kemudian mengemukakan kelemahan dan kelebihan buku tersebut. Apabila yang diresensi sebuah karya sastra, maka dalam bagian ini disertakan analisis unsur pembangun karya sastra tersebut.
4. Penutup, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi nilai buku yang diresensi, misalnya sangat baik, atau kurang baik. Dari kesimpulan nilai buku tersebut, ditulis saran untuk pembaca. Misalnya perlu dibaca atau tidak buku itu untuk dibaca.

B. MENULIS CERPEN
a) UNSUR PEMBANGUN KARYA SASTRA (CERPEN, NOVEL)
Karya sastra adalah hasil cipta sesorang yang dikambangkan dari hasil imajinasi, bersifat indah, dan baru. Emnurut bentuknya, karya sastra dibedakan mnejadi bentuk prosa dan puisi. Karya sastra prosa baru, diantaranya adalah cerpen dan novel. Secara umum, perbedaan antara cerpen dan novel terletak pada alur dan perubahan nasib-nasib tokohnya.
Cerpen menggunakan alur tunggal, sehungga ceritanya dapat habis dibaca sekali duduk, dan hampir tidak terjadi perubahan nasib tokohnya. Sedangkan novel menggunakan alur ganda, sehingga ceritanya panjang dan tidak habis dibaca sekali duduk. Sering terjadi perubahan nasib tokohnya.
Meskipun terdapat perbedaan antara keduanya, unsur pembangun cerpen dan novel sama, yaitu :
1. Unsur intrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Meliputi :
a. Tema : inti cerita.
b. Amanat : pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
c. Alur atau plot : rangkaian jalannya cerita dari awal sampai akhir.
d. Setting atau latar : tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
e. Karakteristik : perwatakan tokoh-tokoh.
f. Sudut pandang pengarang/point of view : cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita.
Dibedakan menjadi :
1) Sudut pandan orang pertama. Sudut pandang ini dibedakan lagi menjadi orang pertama aktif dan pasif. Sudut pandang orang pertama aktif, pengarang menempatkan diri sebagai tokoh utama (aku). Sudut pandang orang pertama aktif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku utama. Sedangkan sudut orang pertama pasif, pengarang menempatkan diri dalam cerita (aku) tetapi menceritakan tokoh lain. Sudut pandang orang pertama pasif disebut juga sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.
2) Sudut pandang orang kedua, pengarang menempatkan diri di luar cerita sebagai pencerita. Biasanya pengarang langsung menyebut nama-nama tokoh.
2. Unsur ekstrinsik, adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Meliputi :
a. Latar belakang kehidupan pengarang (biografi, pendidikan, pekerjaan)
b. Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan.
c. Unsur agama/religi.

C. MENULIS KRITIK DAN ESAI SASTRA
Kritik sastra adalah usaha untuk memahamu, menghayati, dan menikmati karya sastra, dengan cara membuat pertimbangan-pertimbangan atau pengambilan keputusan-keputusan evaluasi yang dilakukan secara matang, teliti, serta tidak mendeskriminasi. Kritik sastra biasanya berisi kualitas suatu karangan dari segi bahasa, isi, gaya kepengarangan sastrawan, komposisi, dsb.
Menurut E. Widyamartaya ( 2004: 118) ada beberapa cara dalam menulis kritik sastra, yaitu :
1) Cara edukatif, yaitu menulis kritik dengan berdasarkan pada ukuran tertentu yang benar-benar dipahami dan diyakini. Misalnya mengenai kaidah sosial, moral, atau ilmiah. Ukuran yang digunakan harus objektif, jujur, taat asas,dan konsekuen.
2) Cara induktif, yaitu menulis kritik dengan berdasarkan analisis sebuah karya sastra secara langsung. Isi kritik pada dasarnya merupakan kesimpulan dari hasil analisis tersebut. Cara induktif ini lebih banyak menyertakan unsure subjektif penulis.
Ciri-ciri kritik sastra adalah sebagai berikut :
1) Kritik sastra berupa tanggapan terhadap karya sastra dengan disertai kejelasan penalaran dan alasan.
2) Kritik merupakan pendapat pribadi dan bersifat objektif.
3) Dalam kritik terdapat unsur penalaran yang meliputi analisis, interpretasi, dan evaluasi.
4) Kritik bukan berisi kritikan saja, melainkan juga pujian.


RINGKASAN MATERI
Resensi adalah mencari kelemahan dan kelebihan sebuah buku, baik buku sastra maupun nonsastra, untuk diinformasikan kepada pembaca. Hal-hal yang perlu ditulis dalam resensi antara lain : Judul resensi, identitas buku, isi resensi, dan penutup.
Cerpen menggunakan alur tunggal, sehungga ceritanya dapat habis dibaca sekali duduk, dan hampir tidak terjadi perubahan nasib tokohnya. Unsurnya ada dua, yaitu instrinsik ( tema, amanat, alur, latar, karakteristik, sudut pandang) dan ekstrinsik (Latar belakang kehidupan pengarang[biografi, pendidikan, pekerjaan], Unsur sosial dan budaya pada waktu cerita dihasilkan dan Unsur agama/religi).
Kritik sastra adalah usaha untuk memahamu, menghayati, dan menikmati karya sastra, dengan cara membuat pertimbangan-pertimbangan atau pengambilan keputusan-keputusan evaluasi yang dilakukan secara matang, teliti, serta tidak mendeskriminasi. Kritik sastra biasanya berisi kualitas suatu karangan dari segi bahasa, isi, gaya kepengarangan sastrawan, komposisi, dsb.

LATIHAN
1. Esai biasanya terdiri dari ...
a. Paragraf pembuka dan penutup
b. Paragraf deduktif dan induktif
c. Paragraf pembuka dan isi
d. Paragraf pendahuluan dan penutup
e. Paragraf pembuka, isi, dan penutup
2. Paragraf pembuka pada esai biasanya berisi ...
a. Isi esai c. Kata pengantar e. Cerita singkat
b. Salam hormat d. Informasi awal
3. Paragraf penutup pada esai biasanya berisi ...
a. Simpulan c. Isi esai e. Indeks
b. Daftar pustaka d. Salam penutup
4. Dalam suatu esai secara persentase dapat diperkirakan bahwa paragraf penutup mencapai porsi ...
a. 20 % b. 60 % c. 50 % d. 10 % e. 25 %
5. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai adalah karya ...
a. S.T. Alisyahbana c. H.B. Yasin e. Nugroho Notosusanto
b. Ramadhan K.H. d. Chairil Anwar
6. Berikut ini adalah fungsi kritik, kecuali ...
a. Mendorong pengarang meningkatkan karyanya.
b. Menjembatani pemahaman penikmat dengan pengarangnya.
c. Membantu pembaca memahami karya sastra
d. Mendorong pembaca membeli karya sastra.
e. Menyamakan pemahaman pembaca dengan penulis.
7. Tulisan yang berisi pertimbangan baik buruknya suatu karya sasta atau penghakiman terhadap karya sastra disebut ...
a. Esai c. Kritik e. Artikel
b. Berita d. Tajuk rencana
8. Paragraf yang mengantarkan pembaca pada perihal yang akan dibahas dalam esai disebut paragraf …
a. Pembuka c. inti e. penutup
b. Awal e. tengah
9. Paragraf yang berisi penjelasan yang berkaitan dengan topic esai yang telah ditetapkan disebut paragraf …
a. Pembuka c. inti e. penutup
b. Awal e. tengah
10. Paragraf yang berisi simpulan atas pembuktian tesis yang telah ditetapkan dan mengungkapkan ajakan atau harapan penulis terhadap pembaca disebut paragraf …
a. Pembuka c. inti e. penutup
b. Awal e. tengah

KUNCI JAWABAN
1. E
2. D
3. A
4. E
5. C
6. E
7. C
8. A
9. C
10. B

DAFTAR PUSTAKA
Astyarini, Yuyun. 2009. Kupas Tuntas Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Solo : Sindunata.
Erna, Diah.(ed.) 2007. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Erna, Diah.(ed.) 2008. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Klaten : Intan Pariwara.
Mulyati, Teti,dkk. 2009. Modul Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas terbuka.
Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Ganeca Exact.
Rina blog. Materi Bahasa Indonesia.

1 komentar: